Luka…

Seorang prajurit, mungkin akan merasa bangga membawa pulang luka akibat terjangan peluru dari medan perang. Luka tersebut bagaikan pengingat bahwa dia pernah terlibat dalam membela bangsa. Seorang karateka dengan luka dikepalan tangannya melihatnya sebagai bukti usahanya demi memperkuat daya hancur tinjunya yang merupakan senjata utama seorang penganut karatedo. Nah, bagaimana denganku? Beberapa waktu yang lalu, … Continue reading Luka…

Advertisements

Mujair

Tamat sudah riwayat ikan Mujair goreng yang aku dapat, saat aku dan keluargaku berwisata ke waduk, didaerah dekat kota tempat tinggalku, setelah nyoblos kemarin. 2 ekor ikan Mujair goreng yang tinggal kepalanya saja, dengan sabar aku telusuri tiap sudutnya, mencari daging yang tersisa sambil melihat Inggris melawan Belgia. Nasipun harus aku tambah, karena ternyata daging … Continue reading Mujair

Tsuki…

Sholat Shubuh tadi pagi, mungkin bisa dibilang sebagai salah satu momen pagi yang tidak bisa kulupakan. Kebetulan, arah kiblat dirumahku sama dengan lokasi dari jendela. Saat selesai Sholat dan aku berdoa, sambil menengadahkan tanganku, mengangkat wajahku ke arah langit, kulihat pemandangan rembulan pagi itu indah sekali. Bulan purnama, berbentuk lingkaran sempurna, menggantung di langit pagi … Continue reading Tsuki…

Keroncongan

Hari ini, aku merasakan perut lapar teramat sangat setelah sekian lama. Sebungkus mie, yang biasanya sudah cukup untuk mengenyangkan perutku dan memuaskan rasa laparku ternyata belum cukup. Perut masih bergemuruh, meminta untuk diisi kembali. Prinsipku yang mengikuti haditz Rasulullah, dimana makan saat perut lapar dan berhenti sebelum kenyang, tampaknya harus aku langgar. Karena, meskipun porsi … Continue reading Keroncongan

Pagi itu…

Pagi ini, cuaca serasa menusuk tulang. Mendung menggelayut lembut di kanvas pagi dimana mentari biasa menuangkan idenya melalui lukisan indahnya alam dengan sinarnya. Alhasil, mentari saat itu serasa kehilangan ide, malu menuangkan ekspresinya dan wajahnya pucat, sedingin angin pagi yang berhembus melalui jendela kamarku. Segar memang, oksigen yang dibawa sang bayu, yang menumpang sirkulasi udara … Continue reading Pagi itu…